Gula Aren Cempaga

Gula Aren Cempaga

Desa Cempaga terletak di perbukitan dengan cuaca dingin, sehingga cocok untuk lahan pertanian selain memiliki pemandangan yang indah. Jenis pertanian yang umum diusahakan adalah Sarung, Kopi, kelapa, pisang, manggis, durian, dan aren. Aren sangat cocok ditanam di Desa Cempaga. Banyak penduduknya yang masih berprofesi sebagai petani gula aren. Gula aren dibuat secara tradisional, peralatan yang digunakan pun masih tradisional, seperti: tempurung kelapa untuk menakar gula, wajan besar untuk menghasilkan gula, dan kayu bakar untuk mengolah gula. Setiap pagi, para petani berangkat dari rumah ke ladang sambil membawa parang dan tempat untuk menyimpan tuak, mereka memanjat pohon aren dengan peralatan tradisional. Biasanya, petani mengambil tuak setiap pagi dan sore dari pohon kelapa. Mereka menaiki pohon kelapa tersebut dengan beberapa modifikasi tangga bambu. Tuak akan diletakkan di atas wajan besar sambil dipanaskan dengan api tradisional. Sekitar 3-4 jam, tuak akan berubah menjadi gula aren. Gula aren yang masih cair kemudian diletakkan di atas tempurung kelapa yang telah dibersihkan dengan air. Setelah menunggu beberapa menit, gula aren cair akan menjadi gula padat dan siap dijual atau digunakan dalam jangka waktu lama.
Terkadang, masyarakat juga menjual dalam bentuk cair. Rasa gula aren ini sangat unik dan alami karena menggunakan bahan-bahan tradisional dan tanpa bahan kimia.

Lokasi: Desa Cempaga